Universitas Gadjah Mada telah berhasil meluncurkan inovasi terbaru GeNose (Gadjah Mada Electronic Nose), yaitu berupa alat yang mampu mendeteksi adanya virus Covid-19 dengan menggunakan hembusan nafas. Diproduksi oleh konsorsium yang salah satu anggotanya adalah PT Swayasa Prakarsa, anak perusahaan Gama Multi Group.
Alat tersebut telah mendapat pengakuan dari Kementerian Kesehatan (Kemkes) berupa izin edar pada tanggal 24 Desember 2020. Alat yang sudah memperoleh paten dalam negeri ini, memiliki sejumlah perbedaan dengan alat serupa yang sudah dikembangkan di beberapa negara, salah satunya dalam penggunaan kantong penampung nafas yang terpisah dari alat Genose sehingga mengurangi kemungkinan transmisi virus.
GeNose bekerja secara cepat dan akurat mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC) yang terbentuk karena adanya infeksi Covid-19 yang keluar bersama nafas seseorang. Nafas orang diambil diindera melalui sensor-sensor dan kemudian diolah datanya dengan bantuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk pendeteksian dan pengambilan keputusan. Selain unsur kecepatan dan keakurasian, GeNose didesain sangat handy sehingga dapat dioperasikan oleh seseorang secara mandiri dan efisien.
GeNose merupakan inovasi pertama di Indonesia untuk pendeteksian Covid-19 melalui hembusan nafas yang aplikasinya terhubung dengan sistem cloud computing untuk mendapatkan hasil diagnosis secara real time. Hebatnya, GeNose juga mampu bekerja secara paralel melalui proses diagnosis yang tersentral di dalam sistem sehingga validitas data dapat terjaga untuk semua alat yang terkoneksi. Data yang terkumpul di dalam sistem selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk keperluan pemetaan, pelacakan dan pemantauan penyebaran pandemi secara aktual.
Uji profiling (kalibrasi) GeNose sudah dilakukan dengan menggunakan 600 sampel data valid di Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid Bambanglipuro di Yogyakarta hasilnya menunjukkan tingkat akurasi tinggi, yaitu 97 persen. Selanjutnya, GeNose memasuki tahap uji diagnostik (uji klinis) yang akan dilakukan secara bertahap dan tersebar di sejumlah rumah sakit di Indonesia. Keandalan alat, keakurasian data, dan kesahihan metoda yang diterapkan diharapkan bisa meningkatkan keyakinan pengguna akhir untuk segera mengadopsi aplikasi GeNose bagi kepentingan masyarakat luas.
Inventor Genose, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si, menjelaskan nantinya biaya tes dengan GeNose C19 cukup murah hanya sekitar Rp15-25 ribu. Hasil tes juga sangat cepat yakni sekitar 2 menit serta tidak memerlukan reagen atau bahan kimia lainnya. Selain itu, pengambilan sampel tes berupa embusan nafas juga dirasakan lebih nyaman dibanding usap atau swab. (p)
Berita Lainnya :

Rabu, 03 Juni 2026 - 15:48:07 WIB | dibaca 183 x
Pada hari ini, Rabu, tanggal 3 Juni 2026, Gama Multi Group menerima kunjungan benchmarking dari Universitas Hasanuddin dalam rangka meningkatkan tata kelola, pengembangan usaha, serta optimalisasi ..... 
Jumat, 29 Mei 2026 - 11:15:03 WIB | dibaca 77 x
Gama Multi Group telah menjalin kerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Edukasi Global Cendekia (LSP Edukia) dalam upaya memperkuat pengembangan kompetensi sumber daya manusia melalui ..... 
Jumat, 17 April 2026 - 16:05:38 WIB | dibaca 214 x
Universitas Brawijaya Malang kembali melakukan kunjungan kerja ke Gama Multi Group pada hari ini tanggal 16 April 2026. Kunjungan kali ini khusus dilakukan Badan Pengelola Usaha (BPU) Universitas ..... 
Kamis, 02 April 2026 - 20:27:46 WIB | dibaca 254 x
Pada hari Kamis, tanggal 2 April 2026 pukul 13.00 WIB, PT Gama Multi mengadakan acara Syawalan Idul Fitri 1447 Hijriah dengan tema Silaturahmi Untuk Kinerja yang Lebih Baik. Kegiatan yang berlangsung ..... 
Senin, 16 Maret 2026 - 11:24:15 WIB | dibaca 235 x
PT Gama Multi Usaha Mandiri mengadakan acara buka puasa bersama di Ruang Sekip, University Club Hotel pada hari Jumat tanggal 13 Maret 2026. Acara tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan ..... 