Swayasa Prakarsa Terima Penghargaan Karya Anak Bangsa 3 Tahun Berturut-turut  
Jumat, 09 November 2018 - 10:00:47 WIB  



PT Swayasa Prakarsa memperoleh Penghargaan Karya Anak Bangsa di bidang alat kesehatan  dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia untuk yang ketiga kalinya. Pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54 tahun 2018 ini, Menkes RI memberikan Penghargaan Karya Anak Bangsa di bidang alat kesehatan kepada PT Swayasa Prakarsa untuk produk Ceraspon. Sebelumnya pada tahun 2016 dan 2017, PT Swayasa Prakarsa telah menerima penghargaan yang sama untuk produk GamaCHA, INA-Shunt dan NPC Strip G.

Penghargaan Karya Anak Bangsa diberikan langsung oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp. M (K) kepada Direktur PT Swayasa Prakarsa, Dr. Bondan Ardiningtyas, M. Sc, Apt pada pembukaan Pameran Pembangunan Kesehatan dan Produk Kesehatan Dalam Negeri tanggal 8 November 2018 yang bertempat di ICE BSD City, Tangerang. Pameran yang berlangsung pada tanggal 8-10 November 2018 ini diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-54.  Tema yang diambil adalah “Aku Cinta Sehat” dengan sub-tema “Ayo Hidup Sehat Mulai dari Kita”.

Menkes RI memberikan Penghargaan Karya Anak Bangsa kepada 9 (sembilan) industri yang bergerak di bidang kefarmasian dan alat kesehatan. Perusahaan-perusahaan tersebut dianggap telah membantu Indonesia dalam mewujudkan kemandirian penggunaan alat kesehatan dan obat-obatan. Selain PT Swayasa Prakarsa di bidang alat kesehatan terdapat PT. Dipa Global Medtek, PT. Sugih Instrumendo Abadi, PT. Mega Andalan Kalasan, PT. Nipro Indonesia Jaya, PT. Paramount Bed Indonesia, dan di bidang kefarmasian terdapat PT. Kimia Farma Sungwun, PT. Kalbio Global Medika, dan PT. Ferron Par Pharmaceuticals.

Ceraspon merupakan produk hilirisasi riset Univeristas Gadjah Mada dengan inventor drg. Ika Dewi Ana, M. Kes, Ph.d. Produk ini merupakan absorbable hemostatic sponge dengan label halal pertama di Indonesia. Alat kesehatan ini adalah produk baru PT Swayasa Prakarsa yang memperoleh ijin edar dari Kementerian Kesehatan pada tahun 2018, dengan menggandeng PT Kimia Farma melalui anak perusahaannya PT Pharmasolindo sebagai distributornya.

Apresiasi tiada henti dari pemerintah ini tentunya menjadi kebanggaan bersama, tidak hanya untuk PT Swayasa Prakarsa saja, namun juga menjadi kebanggaan bersama PT Gama Multi Usaha Mandiri selaku holding company dan tentu saja Universitas Gadjah Mada. Prestasi ini tidak akan tercapai tanpa kerja keras dan sinergi bersama dari seluruh pihak, baik itu dari inventor, universitas maupun industri. Proses hilirasi riset memang merupakan proses panjang yang memerlukan upaya dan dukungan dari berbagai pihak. Penghargaan ini adalah penyemangat dan juga dorongan agar PT Swayasa Prakarsa dapat mempertahankan prestasi dan terus mengawal hilirisasi riset di Universitas Gadjah Mada agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

 

 

 

 

 


  •