Gama Multi Raih Penghargaan Anugerah Widya Krida 2018  
Jumat, 10 Agustus 2018 - 09:42:36 WIB  



Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS), Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi menyelenggarakan rangkaian acara HAKTEKNAS ke-23, salah satunya adalah pemberian Anugerah Iptek Inovasi yang merupakan salah satu upaya untuk menggelorakan inovasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan seluruh lembaga, daerah dan masyarakat.

Salah satu Anugerah Iptek tahun 2018 yang akan diberikan adalah Anugerah Widya Kridha yang merupakan penghargaan untuk mengapresiasi prestasi lembaga non-pemerintah dan kelompok masyarakat atas dukungannya dalam mendorong penguatan sistem inovasi.

Terkait dengan kegiatan tersebut, pada tanggal 10 Agustus 2018 dalam acara Puncak HAKTEKNAS ke-23 di Pekanbaru, Provinsi Riau, Gama Multi terpilih sebagai salah satu dari 3 (tiga) besar penerima penghargaan Anugerah Iptek 2018 kategori Widya Kridha.

PT. Gama Multi Usaha Mandiri (Gama Multi) layak mendapatkan penghargaan Anugerah Widya Kridha 2018 karena Gama Multi merupakan role model dalam pengembangan usaha di perguruan tinggi yang telah berhasil melaksanakan skema hilirisasi hasil riset di berbagai bidang, memasarkannya ke masyarakat, menginkubasi beragam unit usaha dan kerjasama dengan mitra nasional dan internasional.

Gama Multi adalah perusahaan holding dan investasi milik UGM yang bergerak di berbagai bidang industri. Memiliki 6 anak perusahaan dan 7 unit usaha, dengan total karyawan lebih dari 700 orang. Gama Multi didirikan secara resmi pada tanggal 24 juni 2000 di Yogyakarta. Berpengalaman dan memiliki komitmen dalam menghilirisasi hasil riset dan inovasi perguruan tinggi serta membantu menginkubasi perusahaan pemula berbasis teknologi yang dikembangkan oleh civitas akademika dan alumni perguruan tinggi.

Hilirisasi yang telah dilakukan Gama Multi melalui anak-anak perusahaannya antara lain berkonsentrasi pada bidang kesehatan, IT, agro, manufaktur rekayasa, energi dan inkubasi bisnis teknologi. Pada bidang kesehatan Gama Multi telah berhasil menghilirisasi produk Gama-CHA, INA-Shunt, NPC Strip, dan Gama Herbal dengan 5 varian produk yaitu Gama Diab, Gama Tensi, Gama Optima, Imuno Gama, serta KalkuGama. Bidang Agro, Gama Multi menghilirisasi produk inovasi Gama Melon Hikapel. Sedangkan untuk bidang Manufaktur Rekayasa, hilirisasi yang berhasil dilakukan Gama Multi adalah produk Early Warning System (EWS), GT Smartcity Solution, Electronic Ticketing, dan E-Money Integration. Bidang selanjutnya, bidang energy Gama Multi telah menghilirisasikan produk inovasi EFB Pellet (Empty Fruit Bunch). Dan pada bidang inkubasi bisnis teknologi, Gama Multi mempunyai inkubator bisnis bagi startup atau perusahaan pemula berbasis teknologi yang ada di UGM dan daerah sekitarnya. Selain produk-produk yang telah dihilirisasikan tersebut, Gama Multi juga mempunyai beberapa produk inovasi yang sedang dihilirisasi diantaranya Ceraspon, INA-Stent, Knock Down Impression, Vibraesthesia, CeraKlin dan SmartKliner, Cranial Reconstruction Scaffold, Durante, Gama Fresh, Gama Flue dan lain sebagainya.

Setiap inovasi yang terealisasi tersebut didahului dengan dokumen-dokumen perencanaan (kelayakan usaha dan rencana bisnis). Rencana bisnis atau Business plan tersebut juga membahas rencana kerjasama dengan pihak ke-2 (misalnya fakultas), rencana anggaran dana yang dibutuhkan, penetapan SDM yang meng-handle produksi inovasi juga sarana prasarana yang dibutuhkan. Dokumen rencana bisnis atau kelayakan usaha menjadi dasar keputusan berjalannya proses inovasi produk/layanan, sekaligus dokumen untuk mencari pendanaan yang diperlukan. Sebagai bagian dari misi dan penugasan dari Pemegang Saham (UGM), Gama Multi aktif dalam menggerakkan inovasi dan hilirisasi.

Terkait alokasi SDM khusus yang menggerakan inovasi, Gama Multi membentuk divisi Inkubasi Bisnis Teknologi. Secara rutin, Gama Multi melalui Divisi Inkubator Bisnis Teknologi (IBT)-nya tersebut berhasil meloloskan tenant-tenant bisnis startup untuk mengikuti program Start Tech Training Camp Kemenristekdikti.

Selain itu, setiap hasil inovasi yang terealisasi menjadi produk real harus didahului dengan riset dari para peneliti. Para peneliti membuat kajian atau analis dari tiap-tiap penelitiannya untuk bisa dilanjutkan menjadi prototype produk yang siap bermanfaat bagi masyarakat. Gama Multi mendampingi tim peneliti untuk merealisasikan produk siap pakai hingga mendapatkan hak paten dan sertifikasi. Dimulai dari sertifikasi ijin produksi, ijin edar, sertifikasi halal, pencarian sumber material, peralatan produksi, kerjasama dengan para perusahaan farmasi terkait pemasaran dan lain sebagainya.

Salah satu contoh hasil inovasi yang telah berhasil menjadi produk real adalah Gama-CHA, yang merupakan hasil penelitian Dosen Fakultas Kedokteran Gigi, drg. Ika Dewi Ana, Ph.D., sudah melewati uji laboratorium dan uji klinis, serta mendapatkan sertifikasi ijin produksi, ijin edar dan halal serta sudah dipasarkan di masyarakat luas oleh Kimia Farma.  Pada tanggal 18 November 2016, Menkes RI memberikan penghargaan Karya Anak Bangsa bidang Farmasi dan Alkes kepada Gama Multi melalui anak perusahaannya, Swayasa Prakarsa, dikarenakan memiliki produk unggulan hasil riset dan terobosan Gama-CHA tersebut.

Berhubungan dengan inovasi dan hilirisasi, Gama Multi mempunyai misi yang terkait pengembangan inovasi. Misi tersebut antara lain mengembangkan industri berbasis riset berdasarkan amanah hilirisasi kekayaan intelektual UGM. Misi tersebut dijadikan kebijakan yang mendorong kegiatan riset produk-produk inovasi. Salah satu kebijakan yang dibuat adalah inventor UGM dapat menerima royalti dari produk inovasinya dengan porsi lebih besar. Selain itu, Gama Multi memberi dukungan program pendanaan untuk market test, prototyping dan penelitian produk lebih lanjut untuk memperkuat insentif inovasi.

Secara keseluruhan, terdapat 17 tenant yang masuk inkubator, 12 tenant yang lulus inkubator, terdapat 10 startup baru yang berada pada fase akselerasi, 6 startup di fase inkubasi IA5, dan 5 produk inovasi PPBT 2018. Selain itu terdapat 1 perusahaan rintisan Biomass (WGH) dan 1 spin-off unit usaha e-payment di PT Gamatechno menjadi PT Aino Indonesia serta terdapat 18 hasil inovasi yang telah dikembangkan oleh Gama Multi Group baik itu hilirisasi yang telah maupun sedang berjalan.

Keberhasilan ini tentu sangat membanggakan, tidak hanya untuk PT Gama Multi Usaha Mandiri selaku holding company, tetapi juga menjadi kebanggaan bersama seluruh unit bisnis, anak perusahaan Gama Multi dan tentunya Universitas Gadjah Mada. Seperti diketahui bersama, proses hilirisasi hasil riset & inovasi merupakan proses yang panjang, sulit dan membutuhkan biaya besar. Penghargaan yang diperoleh ini menjadi penyemangat dan motivasi untuk mempertahankan prestasi dan terus mengawal hilirisasi riset di Universitas Gadjah Mada. (pink)

 

 


  •