Universitas Gadjah Mada dan PT Gama Multi Usaha Mandiri selenggarakan Opening Ceremony of General & Technical Indonesian Language Training Sebuah Inisiatif Pengembangan Sumber Daya Manusia Lintas-Budaya  
Senin, 20 November 2017 - 14:44:18 WIB  



Dalam rangka memperkuat program pengembangan sumber daya manusia lintas-budaya antara Republik Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok, pada 15 November 2017 Universitas Gadjah Mada (UGM) dan PT Gama Multi Usaha Mandiri (GMUM) menyelenggarakan Opening Ceremony of General & Technical Indonesian Language Training di Ruang Auditorium Gedung Samator UGM, Jakarta Selatan.

Acara ini merupakan seremoni pembukaan dari program pelatihan bertajuk "General & Technical Indonesian Language Training" yang akan diselenggarakan oleh GMUM kepada para manajer dan insinyur China Construction Eighth Engineering Division Corp. Ltd. (CCEED), anak perusahaan China State Construction Engineering Corporation (CSCEC), salah satu perusahaan konstruksi terbesar di dunia.

Acara ini dihadiri oleh pemangku kepentingan dari kedua negara, antara lain Kepala Pusat Pembinaan Direktorat Badan Pengembangan & Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Gufran Ali Ibrahim, MS., Kepala Biro Perencanaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Dr. Erry Ricardo Nurzal, MT, MPA, Sekretaris Eksekutif Kantor Pimpinan Universitas Gadjah Mada, Drs. Gugup Kismono, MBA, Ph.D., Minister-Counselor of the Economic and Commercial Counselors Office of the Embassy of China in Indonesia, Mr. Wang Liping, General Manager of The First Company of China Eighth Engineering Bureau. Ltd., Mr. Ha Xiao Ping, dan Direktur PT Gama Multi Usaha Mandiri, Fuad Rakhman, SE, M.Sc., Ph.D., CA.

Dalam sambutannya, Drs. Gugup Kismono, MBA, Ph.D. bahwa kesempatan ini dapat menjadi ajang pembelajaran bagi Republik Indonesia (RI) maupun Republik Rakyat Tiongkok (RRT). RRT bisa belajar mengenai Indonesia dari RI, sedangkan RI bisa belajar mengenai seluk-beluk pekerjaan konstruksi dari RRT, yang dikenal maju dalam bidang ini. Dengan adanya interaksi ini, Drs. Gugup Kismono, MBA, Ph.D. berharap agar hubungan RI dan RRT menjadi semakin kuat. Fuad Rakhman, SE, M.Sc., Ph.D., CA. memberikan sambutan yang senada dan berharap agar kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar. Dalam sambutannya, Ha Xiao Ping bercerita tentang pekerjaan-pekerjaan yang sedang diemban CSCEC/CCEED di Indonesia dan mengatakan bahwa momen ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk menjalin kerjasama antara RI dan RRT.


Dari pihak pemerintah RI, Prof. Dr. Gufran Ali Ibrahim, MS. memberikan apresiasi untuk kegiatan ini. Pelatihan ini merupakan wujud pengamalan undang-undang, di mana GMUM disebut telah mendorong penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa utama di negara ini, sekaligus menjamin ketersediaan pekerjaan di bidang konstruksi. Prof. Dr. Gufran Ali Ibrahim, MS. Ia berpesan bahwa Indonesia perlu meneladani RRT, Jepang, Korea Selatan, dan Prancis karena negara-negara tersebut mengutamakan bahasa mereka ketika melakukan kerjasama dengan pihak luar. Prof. Dr. Gufran Ali Ibrahim, MS. juga menekankan bahwa kesepemahaman merupakan kunci keberhasilan kerjasama ekonomi, sehingga pemahaman bahasa mengambil peran penting dalam mewujudkan kesepemahaman ini.


Selain itu, Dr. Erry Ricardo Nurzal, MT, MPA menyambut baik kerjasama yang dijalin antara GMUM dan CCEED, yang mana kerjasama antara RI dan RRT memang sudah berlangsung sejak era Soekarno. Dengan jejaring dan sumber daya manusia yang berkualitas, GMUM dianggap mampu mengawal kerjasama ini. Sedangkan dengan kemajuan CCEED di bidang konstruksi, momen ini merupakan kesempatan yang baik bagi CCEED untuk berkontribusi terhadap pembangunan di Indonesia. Agar pembangunan ini dapat berjalan dengan lancar.


Seremoni pembukaan ini juga diisi oleh kuliah umum bertajuk Pengembangan Sumber Daya Manusia Lintas-Budaya yang diampu oleh profesor pengembangan sumber daya manusia Universitas Gadjah Mada, yakni Prof. Djamaludin Ancok Ph.D. melalui kuliahnya yang berjudul “Doing Business in Indonesia”, Prof. Djamaludin Ancok Ph.D. bercerita tentang sejarah hubungan antara bangsa Cina dan Indonesia yang sudah terjalin sejak lama. Ia menyebut beberapa tokoh sejarah, antara lain Laksamana Cheng Ho dan Wali Songo, yang diduga berasal dari Cina, yang berkontribusi terhadap penyebaran agama Islam di Indonesia. Selain itu, ia juga bercerita tentang imigran Cina yang menjadi pekerja tambang timah di Indonesia di pertengahan abad ke-19. Dalam kuliah tersebut ia juga membahas tentang seluk beluk sumber daya manusia Indonesia yang memiliki keunikannya tersendiri dan bagaimana menyikapinya agar kerjasama yang dijalin dapat berjalan dengan baik. Untuk melengkapi selebrasi lintas-budaya ini, Sanggar Vikan Budaya juga mementaskan Tari Bali Puspanjali di panggung utama.


Program pelatihan General & Technical Indonesian Language Training sendiri akan berlangsung selama 44 hari, dimulai keesokan harinya, yaitu pada 16 November 2017 s/d 29 Desember 2017. GMUM akan menyelenggarakan pelatihan ini di Yogyakarta dan Jakarta agar para siswa bisa mendapatkan pengalaman terbaik mengenai Indonesia dari kedua kota tersebut. Dalam program pelatihan ini, para siswa, yang terdiri dari manajer dan insinyur CCEED, akan belajar Bahasa Indonesia yang mencakup aspek sosial, budaya, politik, dan ekonomi. Selain itu, siswa juga akan belajar tentang seluk-beluk pekerjaan konstruksi di Indonesia.


Program ini diharapkan dapat memperkuat kerjasama pengembangan sumber daya manusia antara Republik Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok. Kerjasama ini juga sekaligus diharapkan dapat mempererat hubungan antara kedua negara tersebut.



  •