Gama Multi Group Wujudkan Desa Tangguh Bencana Melalui Early Warning System  
Senin, 10 Juli 2017 - 16:00:07 WIB  



Desa Tangguh Bencana merupakan desa yang mampu beradaptasi dalam menghadapi potensi bencana dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk mengurangi resiko terjadinya bencana. Melalui konsep ini, Gama Multi Group mewujudkannya di Desa Dampit, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, melalui serangkaian pemasangan alat Early Warning System(EWS). Bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magelang, Gama Multi Group melakukan serangkaian pemasangan alat EWS di desa tertinggi di lereng Gunung Sumbing ini dengan menyelenggarakan simulasi siaga bencana tanah longsor. Simulasi ini juga dihadiri oleh Muspika Kecamatan Windusari yakni Koramil, Polsek dan Petugas Kecamatan.

Desa yang memiliki 250 KK dengan kurang lebih 1250 penduduk ini sangat antusias mengikuti simulasi siaga tersebut. Di desa ini, dari 1250 penduduk, 550 penduduk terancam terdampak bencana tanah longsor. Simulasi yang dilakukan pada hari Jumat, 7 Juli 2017 ini dimulai pada pukul 10.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Simulasi dimulai dengan presentasi reka adegan oleh Tim EWS kepada Tim Siaga Bencana Desa Dampit yang berjumlah 30 anggota.

Simulasi bencana tanah longsor dibagi menjadi 3 tahap dengan level waspada, siaga dan awas. Tahapan ini berpacu pada bunyi sirine yang berbeda pada tiap levelnya. Dalam simulasi yang melibatkan ratusan penduduk dari usia balita hingga lanjut usia ini, Tim EWS mendampingi Tim Siaga Bencana Desa Dampit dalam merespon bunyi sirine alat EWS. Tim Siaga Bencana didampingi untuk merespon bunyi sirine alat EWS dengan memeriksa alat dan melakukan evakuasi sesuai dengan level bunyi sirine yang ada. Pada level waspada, Tim Siaga Bencana melakukan koordinasi pengecekan alat dan menginformasikan kepada penduduk untuk bersiap-siap menghadapi bencana dan mengemasi barang berharga. Pada level siaga, Tim Siaga Bencana melakukan koordinasi pengecekan alat dan melakukan evakuasi penduduk rentan seperti lansia, ibu hamil dan anak-anak. Sementara pada level awas, Tim Siaga Bencana melakukan koordinasi pengecekan alat dan melakukan evakuasi seluruh warga. Tidak hanya berfokus pada evakuasi penduduk, Tim Siaga Bencana juga mensimulasikan koordinasi tanggap bencana kepada Kepala Desa, BPBD serta Muspika seperti Koramil, Polsek dan Kecamatan.

Antusiasme warga sangat nampak dalam mengikuti simulasi ini, warga berperan sesuai dengan arahan Tim EWS. Setiap warga berperan sesuai dengan pembagian tugas dari Tim Siaga Bencana, beberapa warga berperan sebagai lansia, sebagian lain sebagai ibu hamil dan anak-anak. Bahkan, di dalam simulasi ini juga dilakukan simulasi kejadian khusus di dalam bencana seperti warga yang tidak berkenan dievakuasi dan tindak pidana pencurian. Tim EWS nampak sangat mudah dalam mengarahkan warga yang cepat dalam menerima pengetahuan baru. “Warga begitu antusias dan cepat dalam menerima pengetahuan baru” ucap Bagus, salah satu Tim Ahli EWS.

Di akhir simulasi, Kepala Desa mengucapkan terimakasih atas bantuan seluruh pihak yang terlibat di dalam simulasi ini. Secara khusus Kepala Desa mengucapkan terimakasih kepada Gama Multi Group atas rangkaian pemasangan alat EWS yang telah dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Simulasi ditutup dengan jargon salam tangguh yang dipimpin oleh BPBD dan disambut dengan meriah oleh Tim Siaga Bencana Desa Dampit. Melalui pemasangan alat EWS ini, Gama Multi Group semakin menguatkan komitmennya dalam mewujudkan masyarakat yang mampu berdamai dengan bencana. (pinksa)


  •