Gama Konsultan Tingkatkan Kuantitas Produksi Alat Deteksi Longsor UGM   
Jumat, 20 Mei 2016 - 11:08:17 WIB  



Pada tanggal 19 Mei 2016 UGM dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali melakukan kerja sama dalam upaya penanggulangan bencana tanah longsor. Kerja sama itu diwujudkan dengan pemasangan alat deteksi dini bencana lonsor (early warning system atau EWS) di 14 daerah rawan longsor Indonesia setelah sebelumnya telah dilakukan pemasangan pada 6 kabupaten/kota dan 24 lokasi. Lokasi-lokasi tersebut di antaranya berbagai kabupaten/kota di Sumatera, Sulawesi dan Nusa Tenggara, Jawa Tengah (Banjarnegara, Banyumas, Pekalongan), Jawa Barat (Bandung Barat, Cianjur) dan DIY (Kulonprogo).

Pemasangan 14 EWS akan dilakukan di Kabupaten Cianjur, Kabupaten Magelang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kerinci, Kabupaten Sikka, Kabupaten Lombok Timur, dan Kabupaten Lombok Tengah. Selanjutnya, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Buru, Kota Ambon, Kota Jayapura, Kabupaten Nabire, Kabupaten Manokwari, Kabupaten Teluk Wondama, Kabupaten Bantaeng, serta Kota Manado.

Karena banyaknya permintaan untuk pemasangan sistem peringatan dini gerakan tanah tersebut di berbagai daerah, Gama Multi Group yang dipercaya oleh UGM dan BNPB sebagai produsen alat EWS (Early Warning System), semakin memperbanyak jumlah produksi agar kebutuhan dalam negeri tercukupi. Gama Multi Group, dalam hal ini Gama Konsultan, membantu meng-skill up peralatan EWS tersebut agar dapat diproduksi secara massal.

Turut hadir dalam penandatangan kerjasama tersebut Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM, Dr. Paripurna P. Sugarda, S.H., L.L.M., Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Ir. Medi Herlianto C.E.S., Tim Riset EWS, Dr. Teuku Faisal Fathani dan Dr. Wahyu Winopo serta  Manager Gama Konsultan, Slamet Sudjarwo, S.T Ars.

Dalam sambutannya, Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Ir. Medi Herlianto C.E.S., menyampaikan bahwa BNPB telah menyusun pengembangan sistem peringatan dini, termasuk bencana tanah longsor. Hal ini giat dilakukan melihat kondisi Indonesia yang rentan terhadap berbagai bencana yang berpotensi menimbulkan korban jiwa serta kerugian material. Medi berharap kedepan pemasangan alat deteksi dini bisa terus dikembangkan atau ditambah di berbagai daerah Indonesia yang rawan akan bencana longsor.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM, Dr. Paripurna P. Sugarda, S.H., L.L.M. Paripurna mengatakan bahwa kerjasama ini merupakan kerjasama yang sempurna karena melibatkan unsur masyarakat, universitas dan pemerintah yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia. EWS  yang merupakan alat pendeteksi dini bencana gerakan tanah/longsor sangat bermanfaat dalam upaya pengurangan risiko bencana yang secara efektif dapat dilakukan melalui usaha peningkatan kapasitas kesiapsiagaan masyarakat di daerah rawan longsor untuk mewujudkan desa tangguh bencana. Paripurna berharap nantinya kerja sama ini bisa terus ditingkatkan agar risiko yang timbul akibat bencana tanah longsor bisa diminimalkan.

Melihat sangat pentingnya alat EWS ini, pemasangan sistem peringatan dini gerakan tanah tersebut akan terus dilakukan di berbagai daerah di Indonesia yang mempunyai resiko tinggi terhadap bencana banjir dan longsor. Hal ini merupakan upaya untuk melakukan pencegahan terhadap dampak-dampak yang ada akibat dari bencana yang terjadi. Usaha penanggulangan bencana ini akan terus dilakukan bersama atas dasar ilmu pengetahuan dan teknologi. (indah)


  •