Rumah Sehat dan Apotek UGM Dipercaya sebagai Tempat Study Banding Terbaik di Bidang Kefarmasian  
Jumat, 04 September 2015 - 14:33:59 WIB  



Pada tanggal 27 Agustus 2015 Rumah Sehat dan Apotek  UGM menerima kunjungan para mahasiswa dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Mahasiswa berjumlah sepuluh orang disambut langsung oleh Manajer Rumah Sehat, Ibu Bondan Ardiningtyas. Melalui sambutannya, ibu Bondan menyampaikan kebanggaannya menjadi destinasi kunjungan untuk bertukar ilmu kefarmasian.

Rumah Sehat & Apotek UGM dianggap sebagai tempat terbaik untuk study banding guna berbagi wawasan, pengalaman dan ilmu di bidang kefarmasian. Hal ini disebabkan karena Rumah Sehat & Apotek UGM telah empat kali berturut-turut menyandang apotek bintang empat (*4), dimana bintang 4 merupakan suatu penghargaan tertinggi bagi apotek-apotek yang ada di Yogyakarta dari Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Yogyakarta. Rumah Sehat & Apotek UGM berhak mendapatkan bintang 4 tersebut karena memiliki grade yang sangat baik pada aspek legalitas, administrasi, sarana prasarana, pelayanan dan aspek SDM.  

Tujuan dari kunjungan tersebut adalah agar para mahasiswa UKM dapat mempelajari penerapan ilmu kefarmasian dan pengelolaan apotek yang ada di Indonesia. Diskusi yang hangat pun berlangsung sangat akrab di sela-sela presentasi tentang profil perusahaan yang dipandu oleh penanggung jawab pelayanan Apotek UGM, Muvita Rina Wati.

Para mahasiswa sangat antusias dalam diskusi bersama Tim Rumah Sehat dan Apotek UGM, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa dalam diskusi dan menjadikan suasana kian akrab. Diantara yang dipertanyakan oleh Tim UKM merupakan permasalahan dalam kefarmasian yang juga belum mencapai penyelesaian di Indonesia, antara lain apakah dokter melakukan dispensing atau penyerahan obat tanpa apoteker. Sebagaimana kita ketahui di kebanyakan wilayah di Indonesia dokter masih menyerahkan obat sendiri atau tidak memberikan resep tertulis untuk ditebus ke apotek. Padahal aturannya telah jelas bahwa dokter dapat melakukan dispensing hanya pada wilayah terpencil yang tidak terdapat apotek. Ternyata hal serupa juga terjadi di Malaysia. Dokter di Malaysia sebagian besar menentang dispensing separation atau pemisahan antara pelayanan medis dokter dengan penyerahan obat, mereka masih bersikukuh bahwa penyerahan obat adalah bagian dari kompetensinya.

Apotek UGM pun mendapatkan masukan yang baik dari sistem yang sudah berjalan di Malaysia yaitu konseling Smoking Cessation atau berhenti merokok, klinik metadon untuk pasien kecanduan narkotika, dan edukasi injeksi insulin. Pada prinsipnya apotek terbaik di Indonesia maupun Malaysia sudah dibekali ilmu yang sama memadai namun penegakan disiplin profesi di setiap negara tidak sama. Kunjungan ini tidak hanya penting bagi para tamu yang berkunjung ke Rumah Sehat dan Apotek UGM namun juga bagi Tim Rumah Sehat & Apotek UGM karena dapat membuka wawasan kami menuju pelayanan kefarmasian yang ideal. (indah)


  •