Gama Multi Dipercaya sebagai Produsen Alat Gama EWS (Early Warning System)  
Senin, 27 Juli 2015 - 16:33:18 WIB  



Pada tanggal 27 Juli 2015 telah ditandatangani kerjasama antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Fakultas Teknik UGM dalam hal penerapan sistem peringatan dini gerakan tanah. Penandatanganan kerjasama dilaksanakan di ruang Majelis Wali Amanat UGM pada pukul 13.30-15.50. Kerjasama ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melanjutkan penerapan sistem peringatan dini terhadap bencana di Indonesia.

Terkait dengan hal itu, Gama Multi Group dipercaya oleh UGM dan BNPB sebagai produsen  alat EWS dan membantu meng-skill up peralatan EWS tersebut agar dapat diproduksi secara massal. Gama Multi Group, dalam hal ini Gama Konsultan, akan memproduksi alat tersebut hingga siap memenuhi kebutuhan dalam negeri. Dan kedepannya juga disiapkan untuk dapat dipasarkan ke luar negeri guna pencegahan resiko bencana di luar negeri. Tidak hanya itu, nantinya Indonesia akan membantu negara-negara lain yang sedang mengalami bencana berupa peralatan-peralatan dalam bentuk teknologi, salah satunya EWS (Early Warning System) sebuah alat pendeteksi dini bencana gerakan tanah/longsor.

Kerjasama ini merupakan awal dari upaya pengurangan risiko bencana secara efektif yang dapat dilakukan melalui mitigasi non-struktural, antara lain dengan usaha peningkatan kapasitas kesiapsiagaan masyarakat dengan penerapan sistem peringatan dini. Turut hadir dalam penandatanganan kerjasama tersebut Rektor UGM, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D., Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Ir. Medi Herlianto, CES, MM., Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni, Dr. Paripurna Sugarda, S.H., M.Hum., LL.M., Wakil Dekan Fakultas Teknik UGM, Ir. Muhammad Waziz Wildan, M.Sc., Ph.D., Direktur Utama Gama Multi Group, M. Afrizal Hernandar, ST, MBA., Manager Gama Konsultan GMUM, Slamet Sudjarwo, ST. Ars dan dari tim mitigasi bencana Fakultan Teknik, Dr. Teuku Faisal Fathani.

Dalam sambutannya, Direktur Kesiapsiagaan BNPB mengatakan bahwa kerjasama ini merupakan langkah awal sebagai upaya untuk melakukan pencegahan terhadap dampak-dampak yang ada akibat dari bencana tersebut. Usaha penanggulangan bencana ini harus dilakukan bersama atas dasar ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian harus melibatkan instansi pendidikan yaitu perguruan tinggi. Medi Herlianto berharap ke depannya kerjasama tidak hanya dilakukan dengan UGM saja tetapi juga dilakukan dengan perguruan tinggi lainnya di seluruh Indonesia.

Sambutan kedua disampaikan oleh Rektor UGM yang menyatakan bahwa upaya ini merupakan salah satu cara untuk mengurangi resiko bencana, dimana sesungguhnya resiko bencana yang akan terjadi antara lain resiko dari bencana alam seperti banjir dan longsor serta resiko dari bencana non real yang merupakan bencana dimana Indonesia tidak mempunyai kekuatan IPTEK hingga Indonesia hanya menjadi konsumen dari IPTEK luar negeri. Dengan adanya alat ini membuktikan bahwa kedepannya Indonesia tidak hanya menjadi konsumen tetapi juga telah mampu menjadi produsen baik itu alat-alat di bidang kebencanaan tetapi juga dibidang IPTEK, kesehatan dan di bidang lainnya.

Sejak 12 Desember 2014 lalu alat EWS telah dipasang di 9 lokasi titik longsor yang bekerjasama dengan UGM dan di 10 lokasi lainnya bekerjasama dengan PVMBG-Badan Geologi. UGM telah memasang sistem peringatan dini di Propinsi Jawa Tengah (Banjarnegara, Banyumas, Pekalongan), Jawa Barat (Bandung Barat, Cianjur) dan DIY (Kulonprogo). Dan berikutnya akan dipasang di 6 lokasi pada Propinsi Jawa Tengah dan Bali. Kerjasama ini akan diperluas dengan penerapan sistem peringatan dini gerakan tanah di berbagai kabupaten/kota di Sumatera, Sulawesi dan Nusa Tenggara. (indah)

 

 

 


  •